​
Tampilkan postingan dengan label hebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hebat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2013

Sepak bola api yang hebat

BIAR betapa hebat sekali pun bintang bola sepak dunia seperti Lionel Messi dan Ronaldo, mereka belum tentu mampu menyentuh bola berapi yang menjadi permainan tradisi pelajar sekolah pondok di Indonesia.

Ia kedengaran seperti satu lagi versi filem Shoalin Soccer tetapi permainan yang popular di sekitar Yogjakarta, Bogor, Tasikmalaya dan Papua itu menjadikan buah kelapa yang telah diubahsuai sebagai bola.

Mereka menendang dan menimang bola yang sedang terbakar dengan berkaki ayam.
PEMAIN perlu berpuasa selama 21 hari sebelum boleh bermain permainan pelik ini.
Permainan lima sebelah atau lebih itu dikaitkan dengan ilmu persilatan dan dimainkan di atas tanah lapang berukuran 25x25 meter. Ia dipanggil sepak bola api oleh penduduk tempatan.

Sepak bola api menggunakan bola khas yang diperbuat daripada buah kelapa. Buah kelapa yang paling baik ialah yang sudah tua dan kering. Sebahagian kulit kelapa itu akan dihiris dengan pisau sehingga menjadi bentuk bulat seperti bola.
BUAH kelapa direndam dalam minyak tanah selama dua hari.
Airnya dibuang selepas tempurung kelapa itu ditebuk dengan hujung pisau. Ia kemudian ditutup dengan kain, diisi dengan minyak tanah dan dibiarkan selama dua hari.

Menurut seorang penganjur pertandingan, Ali Khyar, perlawanan itu diadakan bagi menguji ketahanan pelajar.

"Memang ada perasaan bimbang tentang keselamatan mereka tetapi berkat doa tertentu yang dibaca ditambah selepas badan mereka dilumur dengan garam dan sirih untuk mengurangkan rasa panas di kaki, belum ada pemain yang cedera teruk setakat ini," kata Ali sambil memberitahu, permainan itu bertambah popular setiap kali menjelang Ramadan.


Minyak tanah

Akhbar-akhbar di Britain minggu ini menyifatkan bermain buah kelapa yang sedang terbakar dengan api bernyala-nyala jauh lebih sukar berbanding menendang bola biasa. Apatah lagi bola yang digunakan adalah buah kelapa yang sudah direndam selama dua hari dalam minyak tanah.

LIHAT VIDEO PULAK :

Media di negara itu kagum bagaimana pelajar sekolah pondok terbabit mampu bermain selama 60 minit tanpa sedikit pun mengalami luka terbakar.

"Pemain utama Liga Perdana England bakal hilang punca jika terpaksa bermain bola sepak api di Indonesia," tulis Daily Mail. Sementara The Sun mengatakan pemain profesional di England tidak setanding pemain bola sepak api Indonesia.

"Liga Perdana England melahirkan ramai bintang sensasi dunia tetapi mereka bukan siapa-siapa apabila bermain bola sepak api," ulas The Sun.

Menurut beberapa orang pelajar yang ditemu bual wartawan tempatan, bermain bola sepak api lebih menarik berbanding bola biasa.
PELAJAR wanita juga bermain bola sepak api bagi menguji ketahanan mental dan fizikal mereka.
Bagaimanapun, ada syarat yang perlu dipatuhi sebelum mereka turun padang iaitu mereka harus berpuasa selama 21 hari sebagai proses penyucian diri.

"Mereka juga dikehendaki memakai pakaian yang menutup aurat, menghindari makanan yang dimasak menggunakan api dan berpuasa seharian tanpa tidur.

"Selepas melalui proses ini, mereka tidak akan takut lagi bermain bola sepak api malah boleh menggunakan kepala dan dada untuk mengawal bola," ujarnya.

Mengulas perkara ini seorang pakar motivasi, Ahmadi Baharudin berkata, beliau tidak pernah mendengar permainan bola sepak api itu.

PERMAINAN POPULAR MENJELANG RAMADHAN

Katanya, ia mungkin ada kaitan dengan sejenis ilmu persilatan dan tidak mustahil melibatkan bantuan makhluk halus.

"Jika tidak bagaimana kaki dan badan pemain tidak berasa sakit atau cedera. Lagipun penggunaan garam dan sirih mirip amalan perbomohan," tegasnya.

Bagi seorang pengamal perubatan Islam, Shamsuri Shafie, beliau tidak menolak bantuan makhluk halus dalam sukan itu.
"Mustahil mereka tidak mengalami sebarang kesakitan. Sifat api itu sendiri membakar dan boleh mencederakan," katanya. - MEGAT LUTFI MEGAT RAHIM

Link
{ Read More }


Jumat, 22 November 2013

Ini Dia Wanita Wanita Hebat Yang Mengubah Dunia


Banyak perempuan yang telah menjadi ibu tidak serta merta berkecimpung dalam urusan rumah tangga saja.

Namun, kebanyakan perempuan masih mampu menunjukkan eksistensinya. Tak hanya di keluarga, para ibu ‘luar biasa’ ini juga mampu memberikan sebuah perubahan bagi dunia. Siapa mereka ?

Aung San Suu Kyi


Hanya sedikit orang yang rela berkorban begitu besar untuk berjuang, salah satunya adalah Aung San Suu Kyi. Dia adalah simbol demokrasi Myanmar. Usahanya pun membuatnya memenangi Nobel Perdamaian pada 1991 atas perjuangan tanpa kekerasan bagi hak asasi manusia. Demi kebebasan rakyat Myanmar, Suu Kyi menghabiskan 15 tahun dalam tahanan dan kehilangan waktu berharganya dengan dua anak dan suaminya, Michael Aris, yang meninggal pada 1999.

Penahanannya berakhir pada November 2010. Meskipun dia tidak bisa menerima Nobel karena tengah dipenjara, putranya menggambarkan dedikasi sang ibu bagi Myanmar.

“Saya tahu bahwa dia akan mulai dengan mengatakan bahwa ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian bukan atas namanya sendiri, melainkan atas nama rakyat Burma. Berbicara sebagai anak, saya pribadi percaya bahwa dengan dedikasi dan pengorbanan pribadi, beliau telah menjadi simbol yang layak bagi semua rakyat Myanmar.”

Susan Hockfield


Sebagai presiden perempuan pertama dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Susan Hockfield menunjukkan kepada putrinya bahwa tidak ada batasan untuk dedikasi, kecerdasan, dan kerja keras bagi seorang permpuan.

Seiring dengan posisi bergengsinya di Yale sebagai profesor neurobiologi dan Dekan Sekolah Pascasarjana sekaligus presiden dari MIT, penelitian ilmiah Susan berfokus pada kanker otak.

Hal itu pun membuatnya menerima berbagai penghargaan atas kontribusi ilmiah dan prestasi profesional. Di bawah kepemimpinannya di MIT, Susan telah menjadi pendukung besar bagi penelitian kolaboratif, terutama di bidang energi, pendidikan, dan kanker.

Kate Winslet


Aktris asal Inggris dan ibu dari dua anak ini berhasil mendapatkan enam nominasi Academy Award sebelum akhirnya dinobatkan menjadi aktris terbaik dalam film Reader. Winslet sebelumnya juga terbilang sukses membintangi banyak film hit di Hollywood. Sebut saja Titanic, Eternal Sunshine dari Spotless Mind, Revolutionary Road, dan Sense and Sensibility.

Namun, ia mendapatkan sesuatu yang special dari film Babble karena perjuangan melawan masalah citra tubuh. Kala mempertontonkan tubuhnya di The Reader, Winslet mengatakan kepada pers, “Saya hanya tidak percaya pada kesempurnaan. Tapi aku percaya ini adalah saya dan saya tidak sempurna! Saya bangga dengan itu.” Pada 2012, Winslet akan diberikan kehormatan di Walk of Fame Holllywood.

Hadizatou Mani

Ketika berusia 12 tahun, Hadizatou Mani dijual keluarganya seharga US$500 untuk dijadikan budak. Ia menghabiskan waktu 10 tahun yang menyakitkan dan baru mendapatkan kebebasannya di usia 22 tahun.

Ia kini masih berjuang untuk para perempuan di tanah airnya, Nigeria, yang terancam perbudakan meski sudah dinyakan ilegal. Hadizatou Mani juga pernah memenangi gugatan terhadap negaranya pada 2008 yang menyatakan bahwa Nigeria tidak menegakkan hukum-hukum kebebasan.

“Saya tahu ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi anak saya dari penderitaan yang pernah saya alami. Tidak ada orang yang pantas untuk diperbudak,” ungkapnya.

{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest