​
Tampilkan postingan dengan label jangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2014

Jangan hanya pentingkan keselamatan orang asing

Harakahdaily

Abdul Aziz Mustafa, 17 Sep 2012
KUALA LUMPUR: Jangan hanya pentingkan keselamatan orang asing sahaja tetapi utamakan keadaan keselamatan dalam negara ini.

Demikian pesanan Naib Presiden PAS, Datuk Mahfuz Omar kepada Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein.

Hishammuddin sebelum itu menyatakan, kementeriannya akan memantau keselamatan Kedutaan Amerika Syarikat di negara ini dan juga pihak lain bagi memastikan tiada perkara yang tidak diingini berlaku berikutan penayangan filem Innocence of Muslims yang menghina Islam.

"Jangan jaga keselamatan orang luar sahaja, kalau pun tak mahu jaga keselamatan pemimpin dan aktivis Pakatan Rakyat (PR) utamakan keadaan keselamatan dalam negara yang (Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri Datuk Seri) Mustapa Mohamed sendiri akui membimbangkan para pelabur," kata Mahfuz sambil merujuk kepada kenyataan Hishammuddin yang dilihat menolak untuk memberi jaminan keselamatan untuk pemimpin PR.

Ketika ditanya terhadap jaminan keselamatan terhadap PKR di Johor memandangkan sudah tiga kali bas jelajah Datuk Seri Anwar Ibrahim diserang dan disimbah cat, Hishammuddin berkata, "Tak payah jaminan, yang akan tentukan (penerimaan terhadap PKR) orang Johor itu sendiri".

Mahfuz menyifatkan kenyataan Menteri Dalam Negeri itu bertentangan dengan undang-undang dan perlembagaan.

"Keselamatan semua rakyat di jamin di dalam undang-undang dan perlembagaan dan kerajaan yang memerintah mesti memastikan keselamatan semua rakyat tanpa sebarang diskriminasi.

"Kalau sebelum ini, Umno Barisan Nasional (BN) mendiskriminasikan rakyat dari segi pembanguna kerana dendam politik, nampaknya hari ini dalam soal keselamatan pun rakyat terpaksa hadapi diskriminasi Umno BN," kata Ahli Parlimen Pokok Sena itu.

Beliau juga menjangkakan piolitik Malaysia akan makin ganas berikutan kenyataan Hishammuddin itu.
{ Read More }


Jumat, 29 November 2013

Karena Semangkok Bakmi jangan Lupakan Jasa IBU mu



Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.

“Tidak apa-apa, aku hanya terharu” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir.

 http://www.dhaniels.com/2011/10/karena-semangkok-bakmi-jangan-lupakan.html#ixzz1b6QFABPx
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest